YPU SIDik

Kisah Sedekah : Sahabat Nabi Dawud yang Dipanjanggkan Umurnya 50 Tahun

Salah satu amalan yang diyakini dapat memanjangkan usia adalah sedekah. Rasulullah SAW bersabda, “Sedekah mampu menolak bala (marabahaya) dan memanjangkan umur.”

Dalam hadis tersebut dijelaskan bahwa sedekah bukan hanya bernilai ibadah, tetapi juga dapat menjadi sebab terhindarnya seseorang dari bencana. Selain itu, sedekah memiliki banyak keutamaan lainnya.

Terkait sedekah yang dapat memperpanjang umur, terdapat sebuah kisah yang cukup dikenal. Kisah ini terjadi pada masa Nabi Dawud AS dan sering diriwayatkan sebagai pelajaran tentang keutamaan sedekah.

Dikisahkan, Nabi Dawud memiliki seorang sahabat yang sangat dekat dengannya. Hubungan keduanya terjalin erat, dan sahabat tersebut merupakan pengikut setia dakwah Nabi Dawud. Ia pun termasuk orang yang sangat dicintai oleh Nabi Dawud.

Suatu ketika, Malaikat Jibril turun ke bumi dan menyampaikan kabar bahwa usia sahabat Nabi Dawud itu hanya tersisa 50 hari lagi. Jibril berkata, “Wahai Nabi Dawud, sampaikanlah kepada sahabatmu bahwa ajalnya telah dekat. Dalam 50 hari lagi ia akan meninggal dunia.”

Mendengar kabar tersebut, Nabi Dawud terkejut dan merasa sangat sedih. Bagaimana tidak, sahabat yang begitu ia sayangi ternyata telah ditetapkan Allah untuk segera meninggalkan dunia. Dengan perasaan berat, Nabi Dawud akhirnya menyampaikan pesan yang diamanahkan oleh Malaikat Jibril.

“Wahai sahabatku, sungguh aku berat menyampaikan kabar ini kepadamu. Namun Jibril memerintahkanku untuk menyampaikan bahwa ajalmu telah dekat. Lima puluh hari lagi engkau akan meninggalkan dunia ini,” ujar Nabi Dawud, sebagaimana dikutip dari NU Online.

Mendengar hal tersebut, sang sahabat pun diliputi kesedihan. Ia belum siap berpisah dengan Nabi Dawud yang sangat ia cintai. Namun perlahan ia berusaha menerima takdir dan tidak larut dalam kesedihan.

Sedekah Makanan kepada Fakir Miskin

Waktu terus berjalan, dan hari-hari menuju ajalnya semakin dekat. Menyadari bahwa hidupnya tinggal menghitung hari, ia mempersiapkan diri dengan penuh keikhlasan. Ia mengisi sisa waktunya dengan meningkatkan ibadah dan amal kebaikan.

Hingga tibalah hari ke-50, hari yang diyakininya sebagai waktu akhir kehidupannya. Pada hari itu, ia menyiapkan makanan. Makanan tersebut bukan untuk dirinya, melainkan akan ia persembahkan kepada Nabi Dawud sebagai tanda perpisahan dan penghormatan terakhir.

Namun, di tengah perjalanan menuju Nabi Dawud, ia bertemu dengan seorang fakir miskin yang sedang kelaparan. Hatinya pun diliputi kebimbangan. Di satu sisi, ia merasa kasihan kepada fakir tersebut, namun di sisi lain makanan itu telah ia niatkan khusus untuk Nabi Dawud.

Akhirnya, ia mengalahkan keraguannya. Sambil menyerahkan makanan itu, ia berkata dalam hati, “Mengapa aku harus mendahulukan keinginanku sendiri, sementara orang ini jelas lebih membutuhkan.”

Fakir miskin itu pun menerima makanan tersebut dengan wajah penuh kebahagiaan. Raut mukanya memancarkan kegembiraan yang tak terkira, seolah menemukan rezeki besar yang tak disangka-sangka. Ia pun segera menyantap makanan itu hingga habis.

Setelah peristiwa tersebut, Allah Ta’ala memerintahkan Malaikat Jibril untuk kembali menyampaikan kabar kepada Nabi Dawud. Jibril membawa berita bahwa berkat sedekah makanan yang diberikan sahabatnya dengan ikhlas, Allah menunda ajalnya dan menganugerahkan tambahan usia selama 50 tahun.

Ketika sahabat tersebut akhirnya bertemu Nabi Dawud, Nabi Dawud pun menyampaikan kabar gembira itu. Ia terkejut, tak menyangka, dan diliputi rasa bahagia yang mendalam. Ia pun bersyukur kepada Allah Ta’ala.

Subhanallah, betapa luas rahmat dan karunia Allah Ta’ala. Melalui sedekah makanan yang sederhana, sahabat Nabi Dawud mendapatkan anugerah yang luar biasa berupa tambahan umur selama 50 tahun.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *