Rasulullah SAW bersabda:
“Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah.” (HR Tirmidzi dan Ahmad)
Allah sudah menunjukkan jalan kepada manusia melalui lisan Rasul-Nya yang terbaik, bahwa ketika kita ingin terhindar dari kesulitan maka perbanyaklah sedekah.
Kekayaan tidak akan membawa arti tanpa ada keberkahan. Agar rezeki yang Allah berikan menjadi berkah, Rasulullah menganjurkan umatnya memperbanyak sedekah.
Seperti sabda Rasulullah:
“Setiap awal pagi, semasa terbit matahari, ada dua malaikat menyeru kepada manusia di bumi. Yang satu menyeru, ‘Ya Tuhanku, karuniakanlah ganti kepada orang yang membelanjakan hartanya karena Allah’. Yang satu lagi menyeru, ‘Musnahkanlah orang yang menahan hartanya’.”
Sedekah, walaupun kecil tapi amat berharga di sisi Allah. Orang yang Bakhil dan kikir akan merugi di dunia dan akhirat karena tidak ada keberkahan.
Dari segi bentuknya, sedekah tidak dibatasi pemberian dalam bentuk uang, tetapi juga amal kebaikan seorang muslim.
Sebagaimana hadits Abu Musa Ra:
“Nabi SAW bersabda, ‘Tiap muslim wajib bersedekah’. Sahabat bertanya, ‘Jika tidak dapat?’ Nabi menjawab, ‘Bekerjalah dengan tangannya yang berguna bagi dirinya dan ia dapat bersedekah’. Sahabat bertanya lagi, ‘Jika tidak dapat?’ Jawab Nabi, ‘Membantu orang yang sangat membutuhkan’. Sahabat bertanya lagi, ‘Jika tidak dapat?’ Jawab Nabi, ‘Menganjurkan kebaikan’. Sahabat bertanya lagi, ‘Jika tidak dapat?’ Nabi menjawab, ‘Menahan diri dari kejahatan, maka itu sedekah untuk dirinya sendiri’.”
Hadits ini menggambarkan empat tingkatan sedekah.
1. Bekerja dan berusaha dengan kemampuannya, sehingga ia mendapat keuntungan dan dari keuntungan itu ia dapat bersedekah. Keutamaan seorang muslim jika ia bekerja dengan tekun penuh keikhlasan, ia akan kuat secara ekonomi yang dipandang oleh Allah lebih baik dan lebih dicintai.
2. Membantu orang yang sangat butuh bantuan. Allah berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 280 “Dan jika orang yang berutang itu dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia memiliki kelapangan dan kemampuan. Dan bersedekahlah sebagian atau seluruh piutangnya itu lebih baik bagimu jika kamu betul-betul tahu”.
